Entri Populer

Total Tayangan Halaman

Senin, 11 April 2011

MENGENAL PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

1.            Pengertian Psikologi Perkembangan
Psikologi perkembangan ialah suatu ilmu yang merupakan bagian dari psikologi. Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini termasuk psikologi khusus, yaitu psikologi yang mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu.
2.      Kegunaan psikologi perkembangan
         Berikut ini akan dikemukakan kegunaan psikologi perkembangan sebagai berikut:
§         Dengan mempelajari psikologi, orang akan mengetahui fakta-fakta dan prinsip-prinsip mengenai tingkah laku manusia.
§         Untuk memahami diri kita sendiri dengan mempelajari psikologi sedikit banyak orang akan mengetahui kehidupan jiwanya sendiri, baik segi pengenalan, perasaan, kehendak, maupun tingkah laku lainnya.
§         Dengan mengetahui jiwanya dan memahami dirinya itu maka orang dapat menilai dirinya sendiri.
§         Pengenalan dan pemahaman terhadap kehidupan jiwa sendiri merupakan bahan yang sangat penting untuk dapat memahami kehidupan jiwa orang lain.
§         Dengan bekal pengetahuan psikologi juga dapat dipakai sebagai bahan untuk menilai tingkah laku normal, sehingga kita dapat mengetahui apakah tingkah laku seseorang itu sesuai tidak dengan tingkat kewajarannya, termasuk tingkat kenormalan tingkah laku kita sendiri.

         Pengetahuan Psikiologi Perkembangan, sangat berguna bagi guru, yaitu dengan bekal psikologi perkembangan:
o        Mereka dapat memilih dan memberikan materi pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat perkembangan tertentu.
o        Mereka dapat memilih metode pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan pemahaman murid-murid mereka.


3.  Pengertian perkembangan
            Objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi. Perkembangan pribadi manusia ini berlangsung sejak konsepsi sampai mati. Perkembangan yang dimaksud adalah proses tertentu yaitu proses yang terus menerus, dan proses yang menuju ke depan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali.
            Istilah “perkembangan “ secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental psikologis manusia.

FASE DAN CIRI-CIRI PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN
            Pendapat para Ahli mengenai periodisasi yang bermacam-macam di atas dapat digolongkan dalam tiga bagian, yaitu:
Periodisasi yang berdasar biologis.
Periodisasi  atau pembagian masa-masa perkembangan ini didasarkan kepada keadaan atau proses biologis tertentu. Pembagian Aristoteles didasarkan atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu dan fase kedua dibatasi oleh pergantian gigi, antara fase kedua dengan fase ketiga ditandai dengan mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin.
    Periodisasi yang berdasar psikologis.
Tokoh utama yang mendasarkan periodisasi ini kepada keadaan psikologis ialah Oswald Kroch. Beliau menjadikan masa-masa kegoncangan sebagai dasar pembagian masa-masa perkembangan, karena beliau yakin bahwa masa kegoncangan inilah yang merupakan keadaan psikologis yang khas dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya.       
 Periodisasi yang berdasar didaktis.
Pembagian masa-masa perkembangan sekarang ini seperti yang dikemukakan oleh Harvey A. Tilker, PhD dalam “Developmental Psycology to day”(1975) dan Elizabeth B. Hurlock dalam “Developmental Psycology”(1980) tampak sudah lengkap mencakup sepanjang hidup manusia sesuai dengan hakikat perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati.


Perkembangan psikologi pada anak
Ø      Perilaku dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu:
·         Perilaku tertutup / terselubung (covert behavior).
Aspek-aspek mental antara lain persepsi, ingatan, perhatian (perseption, attention, memory).
·         Perilaku terbuka (overt behavior).
Perilaku yang langsung dapat dilihat ; jalan, lari, tertawa, menulis dan lain-lain.
Perilaku adalah setiap cara reaksi atau respons manusia, makhluk hidup terhadap lingkungannya. Perilaku adalah aksi, reaksi, terhadap perangsangan dari lingkungan. Perilaku yang overt bisa dibagi lagi dalam:
- Perilaku yang disadari.
- Perilaku reflektoris.
- Perilaku diluar pengaruh kehendak.
·          Perilaku yang tidak mudah kelihatan, terselubung:
- Kognisi
- Emosi
- Konasi
- Penginderaan
Perilaku seseorang juga mengalami perubahan, bahkan perubahan yang kira-kira sama akan terlihat pada umur dalam batas-batas tertentu. Akhirnya terlihat bahwa manusia mengalami suatu perkembangan jiwa.



Ø      Masa Bayi (infancy)
Dua minggu pertama masa bayi yang baru lahir harus mengatasi penyesuaian nya terhadap kondisi yang baru diluar rahim.
Ø      Masa Balita, masa pra sekolah (2 – 5 tahun).
Pada masa ini anak kelihatan berperilaku agresif, memberontak, menentang keinginan orang lain, khususnya orang tua. Ia sudah mulai mempertanggung jawabkan perbuatannya sendiri.
Ø      Masa Anak Sekolah (6 – 12 tahun).
Anak-anak pada masa ini harus menjalani tugas-tugas perkembangan yakni:
Belajar keterampilan fisik untuk permainan biasa, Membentuk sikap sehat mengenai dirinya sendiri, Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya, Belajar peranan jenis yang sesuai dengan jenisnya, Membentuk keterampilan dasar : membaca, menulis dan berhitung, Membentuk konsep-konsep yang perlu untuk hidup sehari-hari, Membentuk hati nurani, nilai moral dan nilai social, Memperoleh kebebasan pribadi, Membentuk sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga.
Ø      Masa Anak Tanggung (pra remaja 10 – 12 tahun).
Kelompok anak tanggung memungkinkan terbentuknya persahabatan yang mendalam dan identifikasi dengan anggota sejenis yang dipilih, meningkkatnya cara berfikir kritis, pengendalian emosi dan kesediaan bertanggung jawab lebih terlihat melalui perbuatan atau tindakan. Prestasi sekolah penting bagi mereka, karena mereka ingin membanggakan hasil usahanya.

Ø  Pada Masa Anak Sekolah

Perkembangan kemampuan penalaran bermoral

Perkembangan moral meliputi 6 tahap yang terbagi atas 3 tingkat, sebagai berikut:

·         Tingkat pra konvensional.

-Tahap pertama (umur 0 – 7 tahun).
-Tahap kedua (sekitar 10 tahun).
·         Tingkat konvensional.
-Tahap ketiga (sekitar 13 tahun).
-Tahap keempat (sekiat 16 tahun).
·         Tingkat post. Konvensional.
-Tahap kelima (masa dewasa muda)
- Tahap keenam (masa dewasa).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
            Persoalan mengenai faktor-faktor apakah yang memungkinkan atau mempengaruhi perkembangan, dijawab oleh para ahli dengan jawaban yang berbeda-beda.
            Para ahli yang beraliran “Nativisme” berpendapat bahwa perkembangan individu semata-mata ditentukan oleh unsur pembawaan. Jadi perkembangan individu semata-mata tergantung kepada faktor dasar/pembawaan. Tokoh utama aliran ini yang terkenal adalah Scopenhauer.
            Berbeda dengan aliran Nativisme, para ahli yag mengikuti aliran “Empirisme” berpendapat bahwa perkembangan  individu itu sepenuhnya ditentukan oleh faktor lingkungan/pendidikan, sedangkan faktor dasar/pembawaan tidak berpengaruh sama sekali. Aliran empririsme ini menjadikan faktor lingkungan/pembawaan maha kuasa dalam menentukan perkembangan seseorang individu. Tokoh aliran ini adalah John Locke.
            Aliran yang tampak menengahi kedua pendapat aliran yang ekstrim di atas adalah aliran “Konvergensi” dengan tokohnya yang terkenal adalah Willian Stern. Menurut aliran Konvergensi, perkembangan individu itu sebenarnya ditentukan oleh kedua kekuatan tersebut. Baik faktor dasar/pebawaan maupun factor lingkungan/pendidikan keduanya secara convergent akan menentukan/mewujudkan perkembangan seseorang individu. Sejalan dengan pendapat ini, Ki Hajar Dewantoro, tokoh pendidikan nasional juga mengemukakan adanya dua faktor yang mempengaruhi perkembangan individu yaitu faktor dasar/pembawaan (faktor internal) dan faktor ajar/lingkungan (faktor eksternal).
            Menurut Elizabeth B. Hurlock, baik faktor kondisi internal maupun faktor kondisi eksternal akan dapat mempengaruhi tempo/kecepatan dan sifat atau kualitas perkembangan seseorang. Tetapi sejauh mana pengaruh kedua faktor tersebut sukar untuk ditentukan, terlebih lagi untuk dibedakan mana yang penting dan kurang penting. Tetapi bailklah beberapa diantara faktor faktor-faktor tersebut ditinjau:
1.      Intelligensi
     Intellegensi merupakan faktor yang terpenting. Kecerdasan yang tinggi disertai oleh perkembangan yang cepat, sebaliknya jika kecerdasan rendah, maka anak akan terbelakang dalam pertumbuhan dan perkembangan.
     Berdasarkan penelitian Terman LM (Genetic studies of Genius) dan Mead TD (The age of walking and talking in relation to general intelligence) telah dibuktikan adanya pengaruh intellegensi terhadap tempo perkembangan anak terutama dalam perkembangan berjalan dan berbicara.
2.      Seks
     Perbedaan perkembangan antara kedua jenis seks tidak tampak jelas. Yang nyata kelihatan adalah kecepatan dalam pertumbuhan jasmaniyah. Pada waktu lahir anak laki-laki lebih besar dari perempuan, tetapi anak perempuan lebih cepat perkembangannya dan lebih cepat pula dalam mencapai kedewasaannya dari pada anak laki-laki.
     Anak perempuan pada umumnya lebih cepat mencapai kematangan seksnya kira-kira satu atau dua tahun lebih awal dan pisiknya juga tampak lebih cepat besar dari pada anak laki-laki. Hal ini jelasa pada anak umur 9 sampai 12 tahun.
3.      Kelenjar-kelenjar
     Hasil penelitian di lapangan indoktrinologi (kelenjar buntu) menunjukkan adanya peranan penting dari sementara kelenjar-kelenjar buntu ini dalam pertumbuhan jasmani dan rohani dan jelas pengaruhnya terhadap perkembangan anak sebelum dan sesudah dilahirkan.



4.      Kebangsaan (ras)
     Anak-anak dari ras Meditarian (Lautan tengah) tumbuh lebih cepat dari anak-anak eropa sebelah timur. Amak-anak negro dan Indian pertumbuhannya tidak terlalu cepat dibandingkan dengan ank-anak kulit putih dan kuning.
5.      Posisi dalam keluarga
     Kedudukan anak dalam keluarga merupakan keadaan yang dapat mempengaruhi perkembangan. Anak kedua, ketiga, dan sebagainya pada umumnya perkembangannya lebih cepat dari anak yang pertama. Anak bungsu biasanya karena dimanja perkembangannya lebih lambat.
     Dalam hal ini anak tunggal biasanya perkembangan mentalitasnya cepat, karena pengaruh pergaulan dengan orang-orang dewasa lebih besar.
6.      Makanan
     Pada tiap-tiap usia terutama pada usia yang sangat muda, makanan merupakan faktor yang penting peranannya dalam pertumbuhan dan perkembangan. Bukan saja makanannya, tetapi isinya yang cukup banyak mengandung gizi yang terdiri dari pelbagai vitamin. Kekurangan gizi/vitamin dapat menyebabkan gigi runtuh, penyakit kulit dan lain-lain penyakit.
7.      Luka dan penyakit
     Luka dan penyakit jelas pengaruhnya kepada perkembangan, meskipun terkadang hanya sedikit dan hanya menyangkut perkembangan fisik saja.
8.      Hawa dan sinar
     Hawa dan sinar pada tahun-tahun pertama merupakan faktor yang penting. Terdapat perbedaan antara anak-anak yang kondisi lingkungannya baik dan yang buruk.
9.      Kultur (budaya)
     Penyelidikan Dennis di kalangan orang-orang Amerika dan Indiana menunjukan bahwa sifat pertumbuhan anak-anak  bayi dari kedua macam kultur adalah sama. Ini menguatkan pendapat bahwa sifat-sifat anak bayi itu adalah universal dan bahwa budayalah yang kemudian merubah sejumlah dasar-dasar tingkah laku anak dalam proses perkembangannya. Yang termasuk faktor budaya disini selain budaya masyarakat juga di dalamnya termasuk pendidikan, agama, dsb.
10.  Faktor turunan
Turunan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia lahir ke dunia ini membawa berbagai ragam warisan yang berasal dari kedua Ibu-Bapak atau nenek dan kakek. Warisan (turunan atau pembawaan) tersebut yang terpenting, antara lain bentuk tubuh, raut muka, warna kulit, inteligensi, bakat, sifat-sifat atau watak dan penyakit.
Warisan atau turunan yang dibawa anak sejak lahir dari kandungan sebagian besar berasal dari kedua orang tuanya dan selebihnya berasal dari nenek dan moyangnya dari kedua belah pihak (ibu dan ayahnya). Hal ini sesuai dengan hukum Mendel yang dicetuskan Gregor Mendel (1857).

11. Bentuk Fisik dan watak
Bentuk tubuh menyerupai salah satu dari orang tuanya, misalnya rambut, warna kulit serta watak masalnya egois, cerdas, dan lain-lain. Sifat-Sifat
Sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang adalah salah satu aspek yang diwarisi dari ibu, ayah atau nenek dan kakek. Bermacam-macam sifat yang dimiliki manusia, misalnya: penyabar, pemarah, kikir, pemboros, hemat dan sebagainya.
Sifat-sifat tersebut dibawa manusia sejak lahir. Ada yang dapat dilihat atau diketahui selagi anak masih kecil dan ada pula yang diketahui sesudah iabesar . Misalnya sifat keras (pelawan atau bandel) sudah dapat dilihat sewaktu masih berumur kurang dari satu tahun, sedangkan sifat pemawah baru dapat diketahui setelah anak lanar berbicara, yaitu sekitar 5 tahun.






Elizabeth B. Hurlock juga mengemukakan beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya perkembangan (Cause of Development) yaitu:
1.      Kematangan (Maturation)
Perkembangan fisik dan mental adalah sebagian besar akibat dari pada kodrat yang telah menjadi bawaan dan juga dari pada latihan dan pengalaman si anak. Kodra ini diperoleh dari turunan perkembangan (Heredity Endownment) dan menimbulkan pertumbuhan yang terlihat, meskipun tanpa dipengaruhi oleh sebab-sebab nyata dari lingkungan.
Pertumbuhan karena kodrat terkadang timbulnya secara sekonyongkonyong. Rambut tumbuh di muka, suara berubah dengan tiba-tiba. Sikapnya terpengaruh antara lain terhadap seks lain, yang berkembang menjadi kegila-gilaan gadis atau kegila-gilaan pemuda sebagai kebalikan dari kebencian yang ditujukan pada masa sebelumnya (Masa Pueral).
Pada anak-anak sering terlihat, tiba-tiba anak itu dapat berdiri, berbicara, dan sebagainya yang terkadang setelah seseorang berpendapat bahwea anak-anak itu sangat terbelakang dalam pekembangannya.
2.      Belajar dan latihan (Learning)
Sebab terjadinya perkembangan yang kedua adalah dengan melalui proses belajar atau dengan latihan. Disini terutama termasuk usaha anak sendiri baik dengan atau tidak dengan melalui bantuan orang dewasa.
3.      Kombinasi kematangan dan belajar (Interaction of Maturation and  Learning)
Kedua sebab kematangan dan belajar atau latihan itu tidak berlangsung sendiri-sendiri, tetapi  bersama-sama, bantu membantu. Biasanya melalui suatu latihan yang tepat dan terarah dapat menghasilkan perkembangan yang maksimum, tetapi terkadang meskipun bentuan kuat dan usahanya efektif tidak berhasil seperti yang diharapkan, jika batas perkembangannya lekas tercapai atau daya berkembangnya sangat terbatas.
Kematangan selain berfungsi sebagai pemberi bahan mentah yang berupa potensi-potensi yang siap untuk dilatih/dikembangkan juga sebagai penentu batas atau kualitas perkembangan yang akan terjadi.
 Kematangan itu dalam periode perkembangan tidak hanya dicapai setelah lahir, tetapi sebelum lahir juga ada kematangan, bedanya ialah bahwa kematangan dalam masa sebelum lahir hanya dipengaruhi kodrat dan tidak memerlukan latihan.
Kematangan suatu sifat sangat penting bagi seorang pengasuh atau pendidik untuk mengetahuinya, karena pada tingkat itulah si anak akan memberikan reaksi yang sebaik-baiknya terhadap semua usaha bimbingan atau pendidikan yang sesuai bagi mereka.
Telah banyak percobaan-percobaan diadakan untuk mengetahui sampai dimana seorang anak dapat berkembang hanya atas dasar kodrat dan sejauh mana atas dasar pengajaran/pengalaman. Hasilnya antara lain:
a.   Pada tahun-tahun pertama “kematangan” ini penting karena memungkinkan pengajaran/pelatihan.
b.   Dalam hal perkembangan phylogenetic tidak terdapat perbedaan di antara anak kembar dan anak yang berbeda rasnya (Nego dan Amreika misalnya).
c.     Berlangsungnya secara bersama-sama antara pertumbuhan kodrat (kematangan) dengan pengajaran/latihan adalah sangat menguntungkan bagi perkembangan anak. 
Kebutuhan bimbingan psikologi
Setelah melihat aspek perkembangan yang berbeda pada setiap tahap perkembangan anak, maka dapat dikemukakan bahwa :
·         Dalam mengahadapi, mendidik dan mengajar anak, perlu mengerti tahap-tahap perkembangan anak.
·         Mengerti anak berarti mengenal anak secara mendalam, dengan aspek perkembangan dan tujuan perkembangannya, latar belakang lingkungan yang berpengaruh dalam perilaku dan kepribadiannya.
·         Mengenal anak berarti mengetahui ciri-ciri khusus, segi karakterologis maupun kemampuan dan batas-batasnya, latar belakang lingkungan yang mendasari dan mempengaruhi lingkungannya.

·         Lingkungan Keluarga Peran ibu dalam keluarga
Ø      Memenuhi kebutuhan fisiologis dan psikis.
Ø      Peran ibu dalam merawat dan mengurus keluarga dengan sabar, mesra dan konsisten.
Ø      Peran ibu sebagai pendidik yang mampu mengatur dan mengendalikan anak.
Ø      Ibu sebagai contoh dan teladan.
Ø      Ibu sebagai manajer yang bijaksana.
Ø      Ibu memberi rangsangan dan pelajaran.
Ø      Peran ibu sebagai istri.
Ø       
Sifat-sifat Bimbingan :
1. Perkembangan Emosional Dan Bimbingan.
Perkembangan ini seperti bertambahnya kekuatan badan,dorongan seksual,rasa tanggung jawab karena semakin dewasa merupakan penyebab-penyebab yang sangat penting dari perubahan-perubahan emosional dan ketidak tenangan jiwa.
2. Perkembangan Fisik Dan Bimbingan.
Perkembangan ini terlihat pada semakin berkembangnya fisik dan kedewasaan fisiologis.
3. Perkembangan Sosial Dan Bimbingan.
Sebagian kebutuhan individu yang khusus pada seorang remaja timbul akibat semakin luasnya pandangan remaja tersebut.
Masalah-masalah psikologis pada anak yang sering terjadi
·        Gangguan psikologis pada anak agak susah dikenali. Berikut antara lain ciri-ciri yang dapat menjadi pedoman para orang tua dalam melakukan diagnosis terhadap anak yang mengalami gangguan psikologis, menurut Psikolog Klinis Adriana S Ginanjar.
·        Anak yang mengalami ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), ciri-cirinya antara lain tidak bisa memusatkan perhatian, impulsif, dan hiperaktif. Anak-anak semacam ini akan mudah bosan dan cenderung agresif. Bahkan bisa memiliki reaksi berlebihan terhadap frustasi.
·        Sedangkan pada anak-anak Autistik beberapa cirinya adalah gangguan yang jelas pada perlaku non verbal seperti tidak bisa berbagi minat dengan orang lain dan suka menyendiri, terlambat untuk bisa berbicara, dan terikat pada ritual yang tidak fungsional.
·        Sementara anak yang mengalami Sindrom Asperger, pada umumnya tidak jauh berbeda dengan penderita autistik. Hanya saja pada anak autistik tidak mengalami keterlambatan bicara, tetapi cenderung menggunakan bahasa formal. Selain itu anak dengan Sindrom Asperger juga memiliki prestasi akademik dan kemampuan yang baik pada bidang tertentu.
·        Pada anak yang mengalami Retardasi Mental, ciri utamanya adalah memiliki skor yang rendah pada tes intelegensi formal. Anak tersebut juga memiliki hambatan dalam menyelesaikan tugas sehariharinya.
·        Perkembangan kemampuan,dan Perkembangan kepribadian.

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL PATOLOGIS


ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL PATOLOGIS TERHADAP Ny. “S” DENGAN PERDARAHAN ANTE PARTUM (APH):

I. Pengumpulan Data Dasar tanggal 12-03-2009
A. Pengkajian
1. Identitas
Nama : Ny. Jupe Nama : Tn. Budi
Umur : 21 tahun Umur : 23 tahun
Pendidikan : SLTA Pendidikan : S1-Manajemen
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Agama : Islam Agama : Islam
Suku : Jawa Suku : Jawa

2. Keluhan Utama
Ibu datang jam 16.30 WIB.
Ibu G1P0A0, hamil 30
±minggu, datang dengan keluhan perdarahan pervaginam pukul 14.00 WIB  250 cc, warna darah merah segar, perut tidak sakit.

3. Riwayat Haid
Menarche : Umur 12 tahun
Siklus : 28 hari
Banyaknya : Normal (3-4 x ganti softex)
Lama haid : 5-7 hari
Keluhan : tidak ada
HPHT : 29-12-2005
HTP : 06-10-2006
4. Riwayat Kehamilan
a. Trimester I
ANC 2 x dirumah bidan (BPS)
Keluhan : Mengalami ngidam yaitu perut mual, nafsu makan berkurang.
b. Trimester II
ANC 2 x di BPS
Keluhan : Tidak ada, hanya kontrol rutin
Menurut bidan yang memeriksa, ibu dan bayi dalam keadaan sehat.
c. Trimester III
ANC 1 x saat ini
 250 cc
±Keluhan : Ibu mengatakan perdarahan pervaginam  darah berwana merah segar, tidak ada nyeri pada abdomen.

5. Riwayat Perkawinan
Menikah : 1 kali
Umur waktu menikah : 20 tahun
Lama Perkawinan : 1 tahun

6. Riwayat Penyakit
a. Riwayat Kesehatan ibu
Ibu tidak pernah menderita penyakit berat yang membutuhkan perawatan khusus.
b. Riwayat Kesehatan keluarga
Dalam keluarga ibu maupun suami tidak ada yang menderita penyakit menular atau penyakit keturunan yang dapat mempengaruhi kehamilannya. Dalam keluarga istri atau suami tidak ada riwayat anak kembar.


7. Pola Kebiasaan sehari-hari
a. Nutrisi
Sebelum Hamil : Makan 3 x sehari, nasi, sayur, lauk-pauk, kadang-kadang susu.
Sesudah Hamil : Nafsu makan biasa hanya porsi makan dikurangi terutama nasi, banyak makan sayur.

b. Eliminasi
Sebelum Hamil : BAB 1 x/hari (pagi
BAK 4-5 x/hari
Sesudah Hamil : BAB 1 x/hari (pagi)
BAK 6-8 x/hari
c. Istirahat tidur
Sebelum Hamil : Tidur 7-8 jam/hari
Sesudah Hamil : Tidur 5-6 jam/hari, terbangun karena BAK dan sulit tidur lagi karena badan terasa panas dan banyak keringat.
d. Personal Hygiene
Sebelum Hamil : Ibu mandi 2x sehari, ganti pakaian dalam 2 x sehari
Sesudah Hamil : Ibu mandi 3 x sehari, ganti pakaian dalam 3 x sehari.
e. Olahraga
Ibu sering jalan pagi
f. Seksualitas
Sebelum Hamil : Hubungan seksual dilakukan 2-3 x dalam seminggu atau sesuai dengan kebutuhan bersama.
Sesudah Hamil : Hubungan seksualita dilakukan 1-2 x dalam seminggu dengan posisi pilihan ibu.

g. Psikologis
Ibu mengatakan cemas, karena pengeluaran darah segar dari kemaluannya dan tidak terasa sakit.
h. Data sosial ibu :
1. Ibu masih tinggal di rumah mertua dengan keadaan ekonomi sedang.
2. Kehamilan ini direncanakan dan diinginkan
3. Respon terhadap kehamilan ibu dan keluarga senang dengan kehamilan ini.
4. Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas tidak ada.

B. Pemeriksaan
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Komposmentis
Tanda-tanda vital
TD : 110/70 mmHg
Pols : 80 x/menit
Pernapasan : 20 x/menit
Suhu : 370 C
Tinggi badan : 156 cm
BB sebelum hamil : 50 kg
BB sesudah hamil : 62 kg
Pertambahan BB selama hamil : 12 kg

2. Pemeriksaan Kebidanan
a. Inspeksi
Rambut : Hitam, tidak rontok dan bersih tidak ada ketombe
Mata : Tidak ada oedem, konjungtiva agak pucat, sklera tidak ikterik, fungsi penglihatan baik.
Hidung : Tidak ada polip, tidak ada sekret, fungsi penciuman baik
Mulut : Bersih, tidak ada sariawan, tidak ada caries gigi
Telinga : Bersih, tidak ada serumen, fungsi pendengaran baik
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis
Payudara : Payudara membesar, simetris kanan dan kiri, tidak terdapat benjolan dan sudah mengeluarkan colostrum.
Abdomen : Membesar sesuai dengan usia kehamilan, tidak ada bekas operasi, terdapat linea nigra, tidak ada nyeri abdomen.
Ekstremitas atas : simetris kanan dan kiri, normal, tidak ada oedem
Ekstremitas bawah : Simetris kanan dan kiri, normal, tidak ada oedem, tidak ada varises
Genetalia : Tampak ada perdarahan  250 cc
±dengan warna merah segar, baunya amis dengan volumenya
b. Palpasi
1. Leopold I : TFU 30 cm
TBJ : (TFU-12) x 155 gram
: (30-12) x 155 gram
: 2790 gram
2. Leopold II : Perut sebelah kanan teraba lebar dan memanjang, berarti puka (punggung kanan)
3. Leopold III : Bagian terendah janin adalah kepala dan belum masuk PAP, pada atas sympisis teraba bantalan yang mengalami kepala masuk PAP yaitu plasenta.
4. Leopold IV : Tidak dilakukan

c. Auskultasi
DJJ terdengar antara pusat-sympisis sebelah kanan yaitu 128 x/menit dantidak teratur
d. Perkusi
Reflek patela kanan dan kiri baik

3. Pemeriksaan Laboratorium
a. HB : 10 gr%
b. Golongan darah : Aa

4. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan USG pada tanggal 13-07-2006
Plasenta berada di bagian bawah dan menutup sebagian jalan lahir yang biasa disebut plasenta previa parsialis.

II. Interpretasi Data Dasar
1. Diagnosa
Ibu G1P0A0 hamil 37minggu, janin tunggal hidup, letak kepala, intra uterin dengan plasenta previa parsialis.
Dasar :
a. Ibu mengatakan hamil 8 bulan masuk 9 bulan
b. Ibu mengatakan keluar darah segar pervaginam banyak dan perut tidak nyeri.
Data Obyketif :
a. Pada pemeriksaan palpasi
Leopold I : TFU 30 cm
Leopold II : Punggung kanan (puka)
Leopold III : Kepala belum masuk PAP, pada atas sympisis teraba bantalan (plasenta)
±b. Tampak perdarahan banyak  250 cc, darah berwarna merah segar (tidak menggumpal) dan baunya amis.
c. Perut tidak ada kontraksi
d. Hasil pemeriksaan USG.
2. Masalah
a. Cemas
Dasar :
Data subyektif : Ibu mengatakan cemas dengan kehamilannya karena
Data Obyektif : Tampak ibu mengeluarkan darah  250 cc
±segar pervaginam
b. Anemia ringan
Dasar :
Data  250 cc
±subyektif : Ibu mengatakan mengeluarkan darah dari kemaluan
Data Obyektif :
 250 cc
±a. Tampak perdarahan pervaginam
b. Warna darah merah segar
c. Pemeriksaan HB 10 gr%

3. Kebutuhan
a. Dukungan mental
Dasar :
DS : Ibu mengatakan cemas dengan kondisinya saat ini
DO : Ibu tampak cemas dan takut
b. Pemenuhan cairan dan nutrisi
1. Pasang Infus
2. Pasang O2
c. Rujuk segera
Dasar :
DS :
 250 cc dan
±a. Ibu mengatakan mengeluarkan darah segar  tidak ada nyeri abdomen.
DO :
a. G1P0A0 hamil 37 minggu
b.  250 cc
±Perdarahan pervaginam
c. Warna darah merah segar
d. DJJ 128 x/menit, tidak teratur

III. Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial
a. Potensial terjadi shock hypovolemik pada ibu
Dasar :
DS  250 cc
±: Ibu mengatakan mengeluarkan darah dari kemaluan
DO : Perdarahan tampak merembes dan warnanya merah segar
b. Potensial terjadi tekanan pada kromial bayi
Dasar :
DS : Ibu mengartakan gerakan janin berkurang
DO : Plasenta yang menutupi sebagian jalan lahir dari hasil USG

IV. Membutuhkan tindakan segera dan kolaborasi
a. Pasang infus
b. Pasang O2
c. Siapkan donor darah dari keluarga yang golongan darahnya A
d. Merujuk pasien ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya
e. Kolaborasi dengan dokter DSOG untuk tindakan operatif

V. Rencana Manajemen
1. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini
a. Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan
b. Jelaskan kondisi kehamilan ibu saat ini
2. Observasi pengeluaran perdarahan pervaginam dan tanda-tanda vital
a. Ganti softex bila basah
b. Pantau DJJ secara rutin
3. Penyuluhan kebutuhan istirahat pada ibu
a. Anjurkan ibu untuk tirah baring
b. Anjurkan ibu untuk miring kiri
4. Memberikan dukungan psikologi pada ibu
a. Ajarkan teknik relaksasi pada ibu untuk mendapatkan kenyamanan
b. Libatkan anggota keluarga untuk memberikan dukungan psikologis ibu
5. Penyuluhan tentang gizi dan nutrisi pada ibu hamil
a. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi
b. Beri ibu tablet fe dan vitamin C
c. Anjurkan ibu untuk makan dalam porsi sedikit tapi sering
6. Pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi
Pemberian intake yang cukup karena adanya perdarahan
7. Jelaskan pada ibu bahwa ibu tidak dapat melakukan persalinan normal tetapi harus dengan seksio sesarea
8. Mengevaluasi apakah ibu sudah mengerti dan mengetahui tentang kondisinya dan kehamilannya.

VI. Implementasi Langsung
1. Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan
a. Menjelaskan kondisi ibu dan kondisi ibu dan kehamilannya yang mengalami komplikasi pada implantasi plasenta
b. Mengajurkan ibu untuk melakukan pemeriksaan USG
c. Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan untuk rajin memeriksakan kehamilannnya.
2. Mengobservasi keadaan ibu dan janin
a. Mengobservasi volume perdarahan, warnanya dan baunya
b. Memantau DJJ
3. Penyuluhan kebutuhan istirahat pada ibu
a. Menyarankan ibu untuk tidah baring
b. Beritahu ibu untuk tidak melakukan kerja yang berat misalnya mencuci baju, ngepel.
c. Menjelaskan kepada ibu untuk miring ke kiri untuk memberikan oksigenisasi kepada janinnya.

4. Penyuluhan tentang kebutuhan gizi dan nutrisi pada ibu hamil.
a. Menjelaskan kepada ibu untuk mengkonsumsi makanan dengan menu seimbang.
b. Memberikan ibu tablet Fe dan vitamin C
5. Memberikan dukungan psikologis pada ibu
a. Mengajarkan teknik relaksasi kepada ibu agar ibu mendapat kenyamanan
b. Melibatkan anggota keluarga untuk memberikan dukungan kepada ibu
6. Pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi
a. Pemberian pemasukan cairan dan nutrisi yang cukup karena adanya perdarahan
b. Menyarankan ibu untuk sering makan dan minum walaupun sedikit.

VII. Evaluasi
1. Ibu mengerti tentang kondisi kehamilannya saat ini bahwa ibu mengalami sebuah komplikasi dalam kehamilannya, dimana plasenta menutupi sebagian jalan lahir.
2. Ibu mengerti apa yang ia lakukan jika terjadi perdarahan kembali dan ibu mengerti tentang perdarahan yang dialami.
3. Ibu mengerti tentang kebutuhan gizi dan nutrisi bagi ibu hamil
4. Ibu mengerti tentang pentingnya istirahat total atau tirah baring
5. Ibu mengerti tentang pentingnya pemenurhan cairan dan nutrisi
6. Ibu mau mengikuti dan melakukan saran dari bidan

Masa Nifas

Pengertian Masa Nifas
  1. Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003).
  2. Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6 minggu. (Abdul Bari,2000:122).
  3. Masa nifas merupakan masa selama persalinan dan segera setelah kelahiran yang meliputi minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduksi kembali ke keadaan tidak hamil yang normal. (F.Gary cunningham,Mac Donald,1995:281).
  4. Masa nifas adalah masa setelah seorang ibu melahirkan bayi yang dipergunakan untuk memulihkan kesehatannya kembali yang umumnya memerlukan waktu 6- 12 minggu. ( Ibrahim C, 1998).
Tujuan Asuhan Masa Nifas
Tujuan dari pemberian asuhan pada masa nifas untuk :
  1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis.
  2. Melaksanakan skrinning secara komprehensif, deteksi dini, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.
  3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, cara dan manfaat menyusui, pemberian imunisasi serta perawatan bayi sehari-hari.
  4. Memberikan pelayanan keluarga berencana.
  5. Mendapatkan kesehatan emosi.
Peran dan Tanggung Jawab Bidan dalam Masa Nifas
Bidan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemberian asuhan post partum. Adapun peran dan tanggung jawab dalam masa nifas antara lain :
  1. Memberikan dukungan secara berkesinambungan selama masa nifas sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas.
  2. Sebagai promotor hubungan antara ibu dan bayi serta keluarga.
  3. Mendorong ibu untuk menyusui bayinya dengan meningkatkan rasa nyaman.
  4. Membuat kebijakan, perencana program kesehatan yang berkaitan ibu dan anak dan mampu melakukan kegiatan administrasi.
  5. Mendeteksi komplikasi dan perlunya rujukan.
  6. Memberikan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah perdarahan, mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta mempraktekkan kebersihan yang aman.
  7. Melakukan manajemen asuhan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan diagnosa dan rencana tindakan serta melaksanakannya untuk mempercepat proses pemulihan, mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi selama priode nifas.
  8. Memberikan asuhan secara professional.
Tahapan Masa Nifas
Masa nifas terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu :
  1. Puerperium dini
    Suatu masa kepulihan dimana ibu diperbolehkan untuk berdiri dan berjalan-jalan.
  2. Puerperium intermedial
    Suatu masa dimana kepulihan dari organ-organ reproduksi selama kurang lebih enam minggu.
  3. Remote puerperium
    Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat kembali dlam keadaan sempurna terutama ibu bila ibu selama hamil atau waktu persalinan mengalami komplikasi.
Kebijakan Program Nasional Masa Nifas
Kebijakan program nasional pada masa nifas yaitu paling sedikit empat kali melakukan kunjungan pada masa nifas, dengan tujuan untuk :
  1. Menilai kondisi kesehatan ibu dan bayi.
  2. Melakukan pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya gangguan kesehatan ibu nifas dan bayinya.
  3. Mendeteksi adanya komplikasi atau masalah yang terjadi pada masa nifas.
  4. Menangani komplikasi atau masalah yang timbul dan mengganggu kesehatan ibu nifas maupun bayinya.
Masa nifas mulai setelah persalinan selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Seluruh alat genitalia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.
Perubahan-perubahan pada alat genitalia (dalam & luar) secara keseluruhannya disebut involusi. Disamping involusi terjadi juga hemokonsentrasi dan laktasi. Laktasi terjadi karena pengaruh Lactogenic Hormone dari kelenjar hipofise (klik ‘tuk lihat gambar) terhadap kelenjar-kelenjar payudara.
Setelah janin lahir, besar rahim kira-kira setinggi pusat ibu, segera setelah plasenta lahir, tinggi besar rahim lk (lebih kurang) 2 jari di bawah pusat.Pada hari ke-5 paska melahirkan rahim lk setinggi 7 cm diatas tulang kemaluan atau setengah jarak tulag kemlauan – pusat, sesudah 12 hari rahim tidak dapat diraba lagi di atas tulng kemaluan.

Hemokonsentrasi
Hemokonsentrasi artunya darah ibu mulai mengental lagi setelah sebelumnya pada waktu kehamilan megalami hemodilusi (pengenceran). Pada kehamilan terdapat hubungan antara sirkulasi ibu & plasenta. Setelah melahirkan, hubungan tersebut hilang tiba-tiba. Volume darah pada ibu relatif bertambah. Keadaan ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan timbulnya hemokonsentrasi yang terjadi pada hari-hari ke 3-15 hari post partum.

Laktasi



Perubahan yang terdapat pada kedua payudara sejak kehamilan muda: meningkatnya jumlah jaringan payudara terutama kelenjar-kelenjar dan lemak, dtemukan colostrum (ASI awal) pada saluran di payudara, pembuluh darah yang bertambah.

Pengaruh hormon-hormon hipofisis kembali muncul, antara lain lactogenic hormone. Pengaruh oksitosin mengakibatkan kelenjar-kelenjar susu berkontraksi, sehingga terjadi pengeluaran ASI. Umumnya produksi asi yang sebetulnya hari ke 2-3. Pada hari-hari I ASI hanya berupa colostrum
Rangsangan psikis merupakan refleks dari mata ibu ke otak, mengakibatkan oksitosin dhasilkan, sehingga ASI dapat dikeluarkan dan sebagai efek sampingan rahim menajdi semakin keras berkontraksi.Dengan memberi ASI akan bertambah rasa kasih sayang antara ibu dan anak. ASI juga dapat melindungi bayi terhadap infeksi seperti: usus, paru2 dan telinga karena ASI mengandung lactoferin, lysozyme &
imunogbulin A.
Lokia = sekret yang berasal dari rongga rahim dan vagina dalam masa nifas.
Hari I = lokia nigra/ lokia kruenta: darah segar + sisa-sisa selaput ketuban, sisa-sisa vernix caseosa (lemak2 bayi), lanugo (bulu bayi) & mekonium (pub bayi).
Hari 2 – 6 hari = lokia sanguilenta (merah kental)
Minggu 1 – 2 = lokia serosa (bening)
> 2 mg = lokia alba (putih)
Biasanya lokia berbau sedikit amis, jika terdapat infeksi, akan berbau busuk.

Perawatan Post Partum
Dimulai sejak kala ini dengan menghindarkan kemungkinan perdarahan & infeksi. Bila ada laserasi jalan lahir/ luka bekas episiotomi, lakukan penjahitan & perawatan luka sebaik-baiknya 8 jam post partum wanita harus tidur telentang untuk mencegah terjadinya perdarahan sesudah 8 jam, badan miring kiri dan kanan untuk mencegah trombosis.

Ibu dan bayi bisa diletakkan dalam 1 kamar (rooming in) atau terpisah. Pada hari ke-2 bila perlu dapat dilakukan latihan-latihan senam. Hari ke-3 duduk, ke-4 berjalan, ke-5 dapat dipulangkan. Diet yang diberikan harus bermutu tinggi dengan cukup kalori, cukup protein, cairan serta buah-buahan karena wanita mengalami hemokosentrasi.

Miksi atau berkemih harus cepat dapat dilakukan sendiri. Bila kandung kencing penuh & wanita tidak dapat berkemih sendiri, sebaiknya dilakukan kateterisasi dengan memperhatikan jangan sampai infeksi.
Umumnya partus lama, yang kemudian diakhiri dengan ekstraksi valcum/ cunam, dapat mengakibatkan hal-hal yang demikian sampai terjadi retensio urin.

Bila perlu, sebaiknya dipasang dawer catheter/ indwelling catheter untuk memberi istirahat pada otot-otot kandung kencing. Dengan demikian, jika ada kerusakan-kerusakan pada otot-otot kandung kencing, otot-otot cepat pulih kembali sehingga tugasnya cepat pula kembali.

Defekasi (boker) harus ada 3 hari paska melahirkan. Bila ada obstipasi, dapat diberikan pencahar seperti SOLAC (sponsor). Bila terdapat after pain/ mules dapat diberikan analgetika/ sedativa supaya dapat tidur. Delapan jam paska melahirkan ibu disuruh menyusui bayi untuk merangsang laktasi.
Ibu tidak boleh menyusukan bayi jika menderita:
- Penyakit typus
- TBC aktif
- Kelainan jantung berat
- Keracuna tiroid
- Diabetes berat
- Gangguan jiwa
- Puting yang masuk kedalam
- Morbus hansen (lepra)

Perawatan payudara
Cuci areola payudara & puting susu dengan teratur dengan sabun dan beri minyak/ cream agar tetap lemas. Jangan sampai kelak mudah lecet/ pecah-pecah. Sebelum menyusui payudara harus dibiarkan lemas dengan melakukan message secara menyeluruh. Bersihkan sebelum menyusui. Jika bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan cara mengadakan pembalutan kedua mamma hingga tertekan & dapat pula diberi obat penekan laktasi bromocryptin sehingga lactogenic hormon tertekan.
Pemeriksaan Paska Melahirkan
1.Keadaan umum
2.Keadaan payudara & putingnya
3.Dinding perut, apakah ada hernia
4.Keadaan perineum
5.Kandung kencing, ada sistokel/ uretrokel atau tidak.
6.Rektum, ada rektokel & pemeriksaan tonus. M. sfingerani.
7.Adanya fluor albus (keputihan)
8.Keadaan serviks, uterus & adnexanya.

Perdarahan yang mungkin terjadi dalam masa 40 hari biasa disebabkan oleh adanya subinvolusi uteri (rahim yang lambat mengecil) terhadap penderita tidur dan diberi tablet ergometrin. Bila perdarahan tetap ada, lakukan kuretase untuk menyingkirkan kemungkinan adanya sisa-sisa plasenta. Bila curiga ada keganasan, lakukan pemeriksaan sitologi & eksisi percobaan untuk menyingkirkan keganasan.

Kehamilan


Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya. Dalam kehamilan dapat terjadi banyak gestasi (misalnya, dalam kasus kembar, atau triplet).
 
Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1. Seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.

Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan awal ‘viabilitas‘, yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran dipaksakan.

Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, definisi budaya dan legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3 adalah sebuah pribadi. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1: seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.

Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa.

Triwulan ke-3 menandakan awal ‘viabilitas‘, yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran dipaksakan.
Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, definisi budaya dan legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3 adalah sebuah pribadi hidup yang baru.

Masa Kehamilan

Triwulan I

Minggu Ke-1
  • Calon Ibu
Idealnya calon ibu berada dalam kondisi sehat optimal. Kebiasaan seperti merokok, minum beralkohol dan obat-obatan yang tidak perlu sudah seharusnya dihentikan pada masa ini. Suhu tubuh basal akan sedikit meningkat pada masa ovulasi dan berkisar antara 36,6 C dan berangsur – angsur akan meningkat. Konsultasi genetik bisa dilakukan dengan dokter kandungan untuk mengetahui apakah adanya riwayat penyakit menurun dalam keluarga seperti hemofili, fibrosis kistik atau berbeda tipe golongan darah Rhesus.

Minggu Ke-2
  • Calon Ibu
Masa fertilisasi atau pembuahan dimana berjuta-juta sperma pasangan akan masuk ke vagina dan mencapai tuba falopi. Beberapa ratus sperma akan menuju sel telur sambil mengeluarkan enzim yang membuat salah satu sperma berhasil menembus lapisan pelindung sel telur yang matang. Pada saat ini terjadi perubahan kimiawi yang mencegah sperma lain memasuki sel telur. Tubuh sperma yang berhasil masuk sel telur akan terurai dan inti sel yang membawa kode genetik akan menyatu dengan kode genetik sel telur yang telah dibuahi.
  • Janin Bayi
Jenis kelamin bayi pada masa ini ditentukan oleh 46 kromosom yang menyusun karakteristik genetik-nya. Sel sperma dan sel telur membawa kode genetiknya masing-masing. Sel telur hanya memiliki kromosom X, namun sel sperma membawa kromosom X atau Y. Bila sperma yang membuahi sel telur membawa kromosom X maka akan membentuk seorang bayi perempuan. Lain halnya bila yang membuahi sel telur adalah sel sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi laki-laki-lah yang akan terbentuk. Pada hal ini, calon ayah-lah yang sebenarnya menentukan jenis kelamin bayi.
Sel telur yang telah dibuahi akan mebelah dua menjadi 2 sel, kemudian 4 sel dan kemudian terus membelah sambil bergerak meninggalkan tuba falopi menuju rahim. Saat ini, dengan perkiraan kasar terdapat 30 sel hasil pembelahan. Kumpulan sel tersebut dinamakan morula, dari bahasa Latin yang berarti anggur.

Minggu Ke-3
  • Calon Ibu
Kira-kira 7 hari setelah fertilisasi, morula akan tertanam di lapisan dalam rahim (endometrium). Secara formal hal ini dapat dikatakan sebagai suatu kehamilan. Kelompok sel tersebut akan semakin matang dan menjadi blastokista, substansi yang akan men-stimulasi terjadinya perubahan dalam tubuh calon ibu termasuk terhentinya siklus menstruasi.
  • Janin Bayi
Selama minggu-minggu awal kehamilan, bayi akan berkembang pesat. Setiap hari pasti akan terjadi perubahan besar. Hanya dalam waktu 7 hari, sebuah sel akan menjadi suatu kelompok berisi ratusan sel. Walau secara kasat mata bahkan dengan bantuan mikroskop tetap sulit dilihat, sel-sel ini telah mengatur dirinya sendiri dengan benar. Sebagian membentuk embrio, sedangkan yang lain menjadi struktur penyokong yang memberi nutrisi kepada embrio. Bagaimana hal ini terjadi masih menjadi misteri bagi para ahli.

Minggu Ke-4
  • Calon Ibu
Meskipun kehamilan bisa diketahui sendiri, namun tes darah yang mampu membuktikan kehamilan secara akurat, terutama pada minggu-minggu ini. Hal ini disebabkan adanya blastokista yang akan mengeluarkan sejumlah hormon kehamilan (Human Chorionic Gonadotrophin / hCG). Hormon ini dapat terdeteksi dalam darah. Urin juga dapat digunakan untuk men-tes hormon ini, namun hasilnya tidak seakurat tes darah.
  • Janin Bayi
Pada minggu ini blastokista yang tadinya berbentuk seperti bola mulai berubah menjadi sebuah embrio. Embrio ini dibedakan menjadi 3 jenis lapisan yang nantinya membentuk 3 jenis jaringan, yaitu:
  1. Endoderm: lapisan terdalam yang akan membentuk paru-paru, hati, sistem pencernaan dan pankreas
  2. Mesoderm: lapisan tengah yang akan membentuk tulang, otot, ginjal, pembuluh darah dan jantung
  3. Ektoderm: lapisan terluar yang akan membentuk kulit, rambut, lensa mata, email gigi dan sistem saraf
Keseluruhan sel dalam setiap jaringan akan bergerak mengelilingi untuk menuju tempat masing-masing dan bentuk bakal kepala embrio akan meruncing seperti tetesan air mata.

Minggu Ke-5
  • Calon Ibu
Tanda utama kehamilan adalah tidak menstruasi sekitar 2-3 minggu setelah konsepsi. Namun ketiadaan menstruasi (amenore) ini bisa juga disebabkan oleh hal-hal lain. Untuk memastikan perlu dilakukan tes urin sehingga dokter dapat menaksir perkiraan hari persalinan dihitung semenjak hari pertama siklus menstruasi terakhir.
Kehamilan biasanya terbagi dalam periode, yang dikenal sebagai triwulan, yaitu:
  1. Triwulan I : berlangsung hingga minggu kehamilan ke-13. Pada masa ini terjadi perkembangan janin yang cepat. Pada masa ini risiko keguguran juga termasuk tinggi.
  2. Triwulan II : berlangsung dari minggu ke-14 hingga minggu kehamilan ke-27
  3. Triwulan II : berlangsung dari minggu ke-28 hingga masa kelahiran
  • Janin Bayi
Pada saat ini janin dalam rahim sang ibu telah memiliki bentuk yang lebih jelas. Janin telah memiliki bagian atas bawah, kanan kiri, serta depan belakang. Di daerah punggung terdapat suatu celah melengkung yang akan membentuk struktur seperti tabung silinder yang disebut neural tube (tabung saraf). Dalam perkembangannya, pada tabung ini akan terbentuk sumsum tulang belakang dan otak. Bagian atas dari tabung tersebut akan meluas dan mendatar untuk mebentuk otak depan. Selain itu di bagian pusat janin akan terbentuk suatu tonjolan yang merupakan bakal jantung. Tonjolan tersebut akan dialiri oleh pembulu darah rudimenter (pembuluh darah yang belum sempurna).

Minggu Ke-6
  • Calon Ibu
Pada saat ini banyak wanita yang menghubungkan kehamilan dengan timbulnya keluhan, khususnya nausea (pusing dan mual). Biasanya para ibu saat ini merasa lebih mudah tersinggung dan lelah daripada sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya peningkatan hormon progesteron. Biasanya isitrahat yang cukup akan membantu proses relaksasi dalam neghadapi hal-hal tersebut.
  • Janin Bayi
Tabung saraf di sepanjang tulang belakang telah menutup. Di salah satu ujungnya telah terbentuk bakal otak yang akan mengisi tulang tengkorak. Sementara itu terdapat 2 buah piringan pigmen kecil yang membentuk struktur seperti mangkuk di kedua sisi kepalanya. Bagian ini disebut vesikel optikus yang merupakan bakal mata.
Walaupun jantung bayi pada awalnya hanya berupa tabung kecil, namun pada tahap ini bakal jantung telah berdenyut dan tidak akan pernah berhenti hingga akhir hidup. Bakal kaki dan tangan juga mulai terlihat, demikian pula tulang ekor akan makin terlihat jelas di tahap ini.

Minggu Ke-7
  • Calon Ibu
Lima minggu setelah konsepsi, dinding rahim melunak sehingga mempermudah penanaman blastosit. Pada saat ini serviks (mulu tahim mulai melunak. Perubahan yang terjadi di organ dalam lain adalah penebalan lendir serviksyang akan menggumpal membentuk sumbat (plug) dalam saluran mulut rahim. Nantinya lendir ini akan dikeluarkan sesaat sebelum proses persalinan, yaitu saat serviks mulai membuka (hal ini disebut show).
  • Janin Bayi
Di minggu ini terjadi perubahan pada tubuh, wajah, dan kaki bayi. Saluran pencernaan janin mulai terbentuk dan usus depan telah terlihat. Bentuk tulang ekor juga jelas terlihat namun akan menghilang di minggu ke-10 atau 11. Paru-paru juga mulai berkembang sementara itu tali pusat akan berkembang setelah plasenta dewasa. Selain itu telah terbentuk pula bakal wajah, sedikit pigmentasi pada iris mata dan lubang pada mulutnya. Seminggu setelah pembentukan bakal kaki, maka bakal lengan justru telah dapat dibedakan menjadi segmen tangan dan bahu.

Minggu Ke-8
  • Calon Ibu
Walauoun rahim mulai membesar, perubahan ini biasanya belum terlihat dari luar. Yang lebih dahulu mendeteksi perubahan ini secara umum adalah dokter. Dokter akan meraba pembesaran saat melakukan pemerikasaan panggul. Biasanya ukuran baju sang ibu mulai membesar karena pinggang terasa mulai adanya pengetatan akibat membesarnya janin yang tumbuh.
  • Janin Bayi
Pada ujung-ujung tubuh yang sedang berkembang, mulai terbentuk bakal jari tangan dan kaki, sedangkan bakal lengan akan sedikit fleksi (membengkok) pada bagian pergelangan dan siku. Pada bagian sisi lehernya nampak bakal telinga luar yang mulai tumbuh, begitu pula halnya bakal bibir atas dan ujung hidung pada wajahnya. Bakal mata janin masih saling berjauhan satu sama lain, namun bakal kelopak mata mulai terbentuk mengitarinya. Dalam tubuh janin, usus halus tampak panjang sekali sehingga rongga perut tidak mampu menampung. Beberapa akan menonjol ke tali pusat janin yang disebut hernia (penonjolan) fisiologik.
Minggu Ke-9
  • Calon Ibu
Pada saat in hormon kehamilan hCG sedang berada di posisi puncak sehingga sang ibu akan mengalami beberapa perubahan. Kulit wajah sang ibu akan terasa lebih halus dan kencang walau mungkin akan sedikit berjerawat pula. Rambut sang ibu akan terasa lebih kering dan payudara terlihat sedikit mengencang, terkadang padat, atau sedikit nyeri bila ditekan. Pada saat ini pula cairan keluar dari vagina dalam jumlah bervariasi.
  • Janin Bayi
Punggung bayi saat ini akan sedikit menegak dan tulang ekornya akan sedikit memendek. Proporsi kepala masih lebih besar dari anggota tubuh lainnya dan bagian kepala masih menekuk ke arah dada. Kedua mata bayi telah berkembang dengan baik namun masih ditutupi oleh membran kelopak. Selain itu bayi sudah dapat melakukan gerakan-gerakan kecil setelah otot-ototnya mulai berkembang dan perubahan ini dapat dilihat melalui USG. Anggota badan lainnya juga muali berkembang, seperti perkembangan lengan dan jari tangan lebih cepat daripada tungkai dan jari kaki. Pada tahap ini, telapak tangan janin telah memiliki batas jari tangan yang jelas. Kelima jari tangan tampak terpisah satu sama lain.