Entri Populer

Total Tayangan Laman

Rabu, 26 Januari 2011

Konsep dasar asuhan kebidanan pada ibu bersalin

A. PENGERTIAN PERSALINAN
 
• Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke jalan lahir.
• Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluarmelalui jalan lahir.
• Persalinan adalah rangkaian peristiwa mulai dari kontraksi sampai dikeluarkannya hasil konsepsi 

( janin, plasenta, ketuban dan cairan ketuban ) dari uterus ke dunia luar melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau dengan kekuatan sendiri.
• Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37- 42 minggu ), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam waktu 18- 24 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin.

B. SEBAB SEBAB MULAINYA PERSALINAN• Teori keregangan
Otot mempunyai kemampuan meregang dalam batas waktu tertentu. Setelah melewati batas waktu tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan mulai berlangsung. Keadaan uterus yang terus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskhemia otot-otot uterus.
• Teori penurunan progesteron
Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu, dimana terjadi penimbunan jaringan ikat, pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu sehingga produksi progesteron mengalami penurunan yang mengakibatkan otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin. Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah progesteron mencapai tingkat penurunan tertentu.
• Teori oksitosin internal
Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofise posterior. Perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahi, sehingga sering terjadi kontraksi braxton hicks. Menurunnya konsentrasi progesteron akibat tuanya kehamilan mengakibatkan oksitosin meningkat sehingga persalinan dimulai.
• Teori prostaglandin
Konsentrasi prostaglandin meningkat sejak umur kehamilan 15 minggu, yang dikeluarkan oleh desidua. Semakin tua umur kehamilan prostaglandin meningkat sehingga dapat memicu terjadinya persalinan.

• Teori hipotalamus-pituitari dan glandula suprarenal
Pada kehamilan dengan anensefalus sering terjadi keterlambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus. Glandula suprarenal merupakan pemicu terjadinya persalinan.
• Teori berkurangnya nutrisi
Bila nutrisi pada janin berkurang maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan.
• Faktor lain
Tekanan pada ganglion servikale dari fleksus frankenhauser yang terletak di belakang serviks. Bila ganglion ini tertekan, maka kontraksi uterus dapat dibangkitkan.

C. TAHAPAN PERSALINAN
• Kala I
Disebut juga kala pembukaan dimana serviks membuka dari 0 cm sampai pembukaan lengkap. Proses ini berlangsung kurang lebih 18- 24 jam, yang terbagi dalam 2 fase, yaitu :
a. Fase laten ( 8 jam ) dari pembukaan 0 cm sampai pembukaan 3 cm.
b. Fase aktif ( 7 jam ) dari pembukaan 3 cm sampai pembukan 10 cm.
- Fase akselerasi : pembukaan 3 cm menjadi 4 dalam waktu 2 jam
- Fase dilatasi maksimal : pembukaan 4 cm menjadi 9 cm dalam waktu 2 jam
- Fase deselerasi : pembukaan 9 cm menjadi 10 cm dalam waktu 2 jam
• Kala II ( Pengeluaran )
Dimulai dari pembukaan lengkap ( 10 cm ) sampai bayi lahir. Proses ini berlangsung 2 jam pada primigravida dan 1 jam pada multigravida. Pada kala ini his menjadi lebih kuat dan teratur kurang lebih 2-3 menit sekali. Ibu mulai merasakan adanya tekanan pada anus sehingga timbul perasaan ingin mengedan. Kemudian perineum mulai menonjol dan vulva mulai membuka. Dengan kekuatan his dan mengedan yang maksimal maka bayi dapat dilahirkan.
• Kala III ( Pelepasan Uri )
Dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit. Setelah bayi lahir, uterus teraba keras. Beberapa menit kemudian uterus berkontraksi lagi untuk melepaskan plasenta dari dindingnya.
• Kala IV
Dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum. Observasi yang harus dilakukan pada kala ini adalah tingkat kesadaran, tanda-tanda vital, kontraksi uterus dan perdarahan.

D. TUJUAN ASUHAN PERSALINAN

Tujuan asuhan persalinan adalah mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang optimal.

Lima aspek dasar atau sering disebut Lima benang merah merupakan aspek yang sangat penting dalam memberikan asuhan persalinan dan kelahiran bayi yang bersih dan aman.
Kelima benang merah tersebut adalah :
1. Membuat keputusan klinik
Tujuh langkah dalam membuat keputusan klinik :
- Pengumpulan data utama dan relevan untuk membuat keputusan.
- Menginterpretasikan data dan mengidentifikasi masalah.
- Membuat diagnosis atau menentukan masalah yang terjadi/ dihadapi.
- Menilai adanya kebutuhan dan kesiapan intervensi untuk mengatasi masalah.
- Menyusun rencana pemberian asuhan atau intervensi untuk solusi masalah.
- Melaksanakan asuhan/ intervensi terpilih.
- Memantau dan mengevaluasi efektifitas asuhan atau intervensi.

2. Asuhan sayang ibu dan bayi
Bentuk asuhan sayang ibu dan bayi diantaranya :
• Anjurkan ibu untuk ditemani suami dan keluarganya selama proses kelahiran.
• Hargai privasi ibu.
• Anjurkan ibu untuk mencoba berbagai posisi selama persalinan dan kelahiranbayi.
• Membantu pemberian ASI awal dalam satu jam pertama setelah kelahiran bayi.
• Anjurkan ibu untuk selalu berdekatan dengan bayinya (rawat gabung).
• dll
3. Pencegahan infeksi
Tujuannya adalah untuk :
• Menekan serendah mungkin infeksi penyakit yang disebabkan oleh
mikroorganisme.
• Menekan resiko penularan penyakit yang mengancam jiwa seperti HIV/ AIDS.
Pencegahan infeksi termasuk dalam tindakan berikut :
 Mencuci tangan

 Memakai sarung tangan

 Memakai perlengkapan pelindung diri ( celemek/ baju penutup, kaca mata,
sepatu tertutup ).
 Menggunakan tekhnik aseptik atau asepsis

 Menangani peralatan tajam dengan aman

 Memproses alat bekas pakai

 Menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan serta pembuangan sampah secara benar.

4. Pencatatan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pencatatan :
• Tanggal dan waktu asuhan tersebut dilaksanakan
• Identitas penolong persalinan
• Paraf atau tanda tangan penolong persalinan pada semua catatan
• Mencakup informasi yang berkaitan secara tepat, dicatat dengan jelas dan dapat
dibaca oleh semua orang.
• Ketersediaan sistem penyimpanan catatan atau data pasien
• Kerahasiaan dokumen-dokumen medis
5. Rujukan
Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam melakukan rujukan seringkali disingkat BAKSOKU
• B : Bidan
• A : Alat
• K : Keluarga
• S : Surat
• O : Obat
• K : Kendaraan
• U : Uang
 
E. TANDA TANDA PERSALINAN
• Terjadi penipisan dan pembukaan serviks
• Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan serviks ( frekuensi minimal 2 x dalam 10 menit ).
• Keluar cairan lendir bercampur darah dari vagina

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar